Pembentukan & Karir Indie
(1999-2003)
Band ini dibentuk pada tahun 1999
di Huntington Beach, California
dengan anggota asli M. Shadows,
Zacky Vengeance, The Rev dan
Matt Wendt. M. Shadows memberi
nama sebagai referensi untuk
cerita Cain dan Abel dari Alkitab,
meskipun bukan band agama.
Setelah pembentukannya, masing-
masing anggota band ini juga
mengangkat nama samaran yang
sudah nama panggilan dari mereka
dari SMA. Sebelum merilis album
debut mereka, band ini merekam
dua demo pada tahun 1999 dan
2000. Album pertama mereka,
Sounding the Seventh Trumpet,
direkam ketika anggota band
berumur delapan belas tahun dan
di sekolah menengah. Ini pada
awalnya dirilis pada label pertama
mereka, Good Life Record pada
tahun 2001. Setelah gitaris
Synyster Gates bergabung dengan
band, pada akhir 1999 ketika ia
berusia 18 tahun di pengantar lagu
"To End the Rapture" adalah
rekaman ulang menampilkan
elemen band penuh. Album ini
kemudian dirilis ulang pada
Hopeless Records pada tahun 2002.
Band ini mulai menerima
pengakuan, tampil dengan band-
band seperti Mushroomhead dan
Shadows Fall dan bermain di Take
Action Tour. Setelah menetap di
keempat mereka bassis, Johnny
Christ, mereka merilis Waking the
Fallen di Hopeless Records pada
bulan Agustus 2003. Band
menerima profil di Billboard dan
The Boston Globe, dan bermain di
Vans Warped Tour. Pada tahun
2004, Avenged Sevenfold tur lagi di
Vans Warped Tour dan merekam
video untuk lagu "Unholy
Confessions "yang masuk ke rotasi
pada MTV2's Headbanger's Ball. Tak
lama setelah merilis Waking the
Fallen, Avenged Sevenfold
meninggalkan Hopeless Records
dan telah ditandatangani ke
Warner Bros.
City of Evil (2005-2007)
Tahun 2005, Amerika Serikat
tengah jenuh dengan musik hip-
hop dan pop yang merajalela, lalu
Avenged Sevenfold merilis album
mereka City of Evil tepatnya pada
tanggal 8 Juni, 2005. Hits single Bat
Country merupakan lagu metal/
rock pertama yang merajai MTV
TRL. Mereka mempopulerkan
kembali solo gitar dengan duet
gitaris Synyster Gates dan Zacky
Vengeance yang benar-benar
memanaskan area moshpit. Album
tersebut mendapat sertifikat gold
dan memenangkan predikat Best
New Artist in a Video di MTV VMA
2006 untuk lagu Bat Country.
Avenged Sevenfold (2007-2008)
Tahun 2007, mereka kembali
masuk studio untuk merekam lagu
terbaru mereka untuk studio album
ke-5 mereka. Awal Agustus 2007,
mereka menjalani tur Asia Pasifik
mereka, dan sempat mampir di
Indonesia dan memainkan lagu
mereka pertama kali di depan
publik. Lagu yang berjudul Almost
Easy tersebut mendapat sambutan
hangat dari penggemar di seluruh
dunia. Ketika itu band punk
Jogjakarta Endang Soekamti
didaulat menjadi band pembuka.
Tahun 2008 ini, mereka
berpartisipasi sebagai headliners di
tour Taste of Chaos bersama
dengan Bullet for My Valentine,
Atreyu, Blessthefall dan Idiot Pilot.
Ketika tour, mereka merekam
sebuah DVD yang mengandung 6
lagu baru mereka. Tanggal 22
Oktober 2008, Avenged Sevenfold
kembali manggung di Indonesia
masih dengan event organizer
yang sama yakni Java Musikindo
dan kali ini band heavy metal Jibril
didaulat menjadi band
pembuka. Berkas:City of evil.jpg
Live In The LBC & Diamonds in
the Rough (2008-saat Ini)
Album yang dirilis pada 16
September, 2008 ini berisi 102
menit DVD dan 52 menit CD.
Di album ini terdapat dua lagu lama
yaitu " Afterlife " dan "Almost
Easy". Namun kedua lagu tersebut
tidak sama persis dengan lagu
aslinya. Pada lagu " Afterlife"
ditambahi permainan biola yang
lebih banyak, sedangkan lagu
"Almost Easy" yang berbeda
adalah mixing lagunya. Selain itu
terdapat juga lagu "Walk" yang
merupakan cover dari Pantera dan
"Flash of the Blade" yang
merupakan cover dari Iron Maiden.
Pada tanggal 16 Juli, majalah
Kerrang! (edisi 1219)
mengeluarkan sebuah CD gratis
berjudul "Maiden Heaven: A Tribute
to Iron Maiden" untuk
menghormati album dari salah satu
band heavy metal terbesar di
dunia yaitu Iron Maiden. Matt
Shadows berkomentar, "Maiden are
by far the best live band in the
world and their music is timeless,"
dan "This also gives us a chance to
expose this great song to some of
our younger fans who maybe
aren't as familiar with Iron Maiden."
Diskografi
Sounding the Seventh Trumpet
(2001)
Waking the Fallen (2003)
City of Evil (2005)
Avenged Sevenfold (2007)
Live in the LBC & Diamonds in the
Rough (2008)
M. Shadows
m shadows Pictures, Images and
Photos
Lead singer dari Avenged
sevenfold sekaligus yang
menemukan bandnya. M. Shdows
adalah salah satu personil asli dari
Avenged Sevenfold. Nama
lengkapnya adalah Matthew
Charles Sanders. Dia lahir pada
tanggal 31 Juli tahun 1981. Dia
mendapatkan nama panggungnya
karena dia seorang yang “Darker”
karakter, tapi kemudian dia tidak
mau nama Matt menjadi bagian
dari namanya jadi dia lebih suka
untuk memutuskan menamai
dirinya M. Shadows. Dia
mempunyai pacar bernama Valery
yang pernah bernyanyi bersama
KoRn. Pernah ikut band bernama
Succesful Failure. Bisa memainkan
drum, gitar, dan piano.
Synyster Gate
Synyster Gate Collage/wallpaper
Pictures, Images and Photos
Lahir 7 Juli tahun 1981 dengan
nama lengkap Brian Elwin Haner Jr.
Bergabung dengan Avenged
Sevenfold pada tahun 2001.
Mempunyai proyek sampingan
bersama The Rev bernama Pinkly
Smooth. Bersekolah di Ocean View
High School. Dia mempunyai toko
pakaian sendiri bernama Syn Gates
Clothing. Dia juga telah
memenangkan the Young
Shredder Award dan the Guitarist of
the Year Award. Synyster Gate juga
disponsori oleh Gitar Schecter. Tatto
pertamanya adalah nomor satu di
jempolnya. Dia pernah menjadi
tamu dan rekaman bersama
dengan Good Charlotte di lagu The
River. Synyster Gate juga mahir
bermain piano. Dia dulu ke
Musicians Institute di Hollywood
California.
Zacky Vengeance
Zacky Vengeance Pictures, Images
and Photos
Nama lengkapnya adalah Zachary
James Baker. Lahir tanggal 11
Desember 1981. Dia sudah bermain
gitar sejak umur 13 tahun
menggunakan tangan kiri.
Mempunyai saudara bernama
Matthew dan mempunyai saudara
perempuan bernama Zina. Dia juga
mempunyai toko pakaian sendiri
seperti Synyster Gate bernama
Zacky V Presents. Mempunyai
anjing bernama Ichabod C.
Vengeance. Disponsori oleh Gitar
Schecter. Posisinya sebagai gitar
Rythem di Avenged Sevenfold. Dia
juga salah satu personil asli Aveged
Sevenfold dan menemukannya
bersama M. Shadows. Dialah yang
membuat julukan atau singkatan
A7X.
Johnny Christ
Johnny Christ MOHAWKKK! Pictures,
Images and Photos
Lahir pada tanggal 18 November
tahun 1984 dengan nama lengkap
Jonathan Lewis Seward. Personil
termuda di Avenged Sevenfold. Dia
tidak bersekolah di SMA yang sama
dengan yang lain. Bertemu dengan
mereka melalui kakak tertuanya.
Johnny adalah Bassist ketiga untuk
Avenged Sevenfold. Dia juga
personil terpendek di band hanya
5 ′4″.
The Reverend Tholomew Plague
the rev 3 Pictures, Images and
Photos
Lahir pada tanggal 9 Februari tahun
1981 dengan nama lengkap James
Owen Sullivan. Dia mendapatkan
drum setnya sendiri pada umur 3
tahun. Dia juga pernah dikeluarkan
dari Sekolah Katolik pada tahun
ke-3. Mempunyai proyek
sampingan bersama Synyster Gate
bernama Pinkly Smooth, yang
mana dia Lead Singernya dan dia
juga bermain drum untuk band itu.
The Rev juga yang menulis lagu
baru Avenged Sevenfod berjudul A
Little Piece of Heaven. Dia juga
yang menemukan suara tertawa,
nyanyian, dan teriakan di
dalamnya. Saat dia masih remaja
dia pernah terlihat berjalan-jalan
menggunakan kimono berwarna
cerah. Sekarang ia telah meninggal
saat ditemui di rumahnya dan tak
bernyawa. Ucapan dukacita pun
mengalir deras dari para
penggemarnya. Ini salah satu
penyebab bahwa sampai sekarang
A7x tidak pernah tampil lagi.
Jumat, 23 April 2010
PRISA
Nama Lengkap Prisa Adinda Arini Rianzi
Nama Prisa
Tempat lahir Jakarta
Tanggal Lahir 1988-01-06
Group Band
Sekarang Vendetta
Group Band
Terdahulu Zala, Dead Squad
Side Project Morning Star
Discography
(brief) Prisa - Prisa (2008)
Style Metal, Shred, Pop, all around
Endorsement Jackson Guitars
Gear Jackson DKMG archtop, Martin, PRS,
Jackson RR
Website www.prisarianzi.com
Instrument Yang Mampu
Dimainkan Gitar, Piano
Band Favorit As I Lay Dying
Songwriter/Composer Favorit Bryan Adams
Bermain Musik Sejak SMP (2001)
Kewarganegaraan Indonesia
Profesi Musisi Profesional
Profesi Sebelum Menjadi Musisi Mahasiswi
Tempat Tinggal Jakarta Selatan
Pengalaman Menarik Guest star Edane, Samson,s The
Titans, additional Sheila On 7
List Friend
Prisa yang sejak tahun 2001
dikenal sebagai salah satu female
rock guitarist ternyata baru berusia
20 tahun.. tepatnya kelahiran 6
Jan 1988 asal Padang (bokap
Padang, nyokap Lampung/
Palembang).
Salah satu penyebab Prisa mulai
tertarik dengan musik pada masa
kecilnya adalah karena adanya
piano yang nganggur di rumahnya.
Waktu itu Prisa baru kelas 3 SD dan
usianya juga baru 7 tahun, namun
Prisa berusaha untuk
memainkannya walaupun kakinya
belum bisa mencapai pedal piano
tersebut. Kebetulan suatu hari
ketika teman kakaknya datang ke
rumahnya... Prisa kepergok sedang
mencoba memainkan piano
tersebut. Tergerak hati teman
kakaknya untuk mengajarkan
sedikit basic tentang permainan
piano, waktu itu yang berusaha
diajarkan adalah chord.
Di luar dugaan teman kakaknya
tersebut sempat kaget dengan
cepatnya daya tangkap Prisa
terhadap pelajaran piano yang
diberikan. Sejak itu teman
kakaknya tanggap jika Prisa
memang berbakat musik dan
menyarankan orangtua Prisa untuk
memberikan les piano kepada
Prisa. Pada usia 8 tahun akhirnya
Prisa diberikan les privat piano.
Ternyata les privat yang diberikan
malah bukan piano, namun
"electone" (sejenis piano). Les
privat electone tersebut berjalan
sampai Prisa berusia 10 tahun. Prisa
kemudian mengembangkan
permainan electonenya ke piano
secara otodidak, Prisa mencoba
membawakan lagu "Entertainer" &
"Fur Elize" (Beethoven) versi dia
sendiri.
Sesudah lulus SD Prisa masuk ke
Asrama Pelita Harapan (PH), di PH
setiap pulang sekolah murid
diwajibkan mengambil salah satu
les. Kemudian Prisa langsung
memilih piano tanpa ragu-ragu.
Kebetulan teman sekamarnya
mengambil les piano juga. Ternyata
permainan piano Prisa jauh lebih
berkembang dibanding teman
sekamarnya itu, temannya pun
sempat gusar dan kemudian
pindah ke alat musik gitar akustik.
Guru Prisa sempat senang dengan
perkembangan Prisa di permainan
pianonya. Namun Prisa pun merasa
kehilangan teman main musik,
ketika dia melihat gitar temannya
yang tergeletak di kamar
tersebut... Prisa pun menjadi
penasaran dengan alat musik gitar
tersebut dan kemudian curi-curi
main gitar tersebut.
Di suatu hari Prisa kepergok
temannya ketika sedang mencoba
memainkan gitar tersebut, Prisa
kemudian dilarang oleh temannya
itu agar tidak pernah lagi
menyentuh gitarnya. Akhirnya di
detik itu juga Prisa bertekad
belajar gitar untuk menyaingi
temannya yang galak tersebut.
Waktu itu Prisa baru SMP kelas 2,
Prisa sangat displin belajar gitar
mulai saat itu dan berhenti
memainkan piano. Prisa pun
kemudian berusaha belajar sendiri
melalui buku-buku musik yang
tersedia di toko buku, seperti MBS
(Music Book Selection). Dari situ
Prisa memperlajari bentuk-bentuk
chord gitar.
Proses belajar gitar akustik tersebut
hanya berlangsung sampai Prisa
lulus SMP berhubung sibuknya
aktifitas Prisa di SMA 1, tepatnya
akhir tahun 2001. Prisa pun
langsung melirik gitar elektrik yang
menurutnya kelihatan lebih keren.
Akhirnya Prisa membeli gitar
elektrik pertamanya yaitu Fender
Stratocaster mexico hasil patungan
dengan orangtuanya untuk
mengejar cita-citanya tersebut.
Ketika Prisa beranjak 15 tahun
(sekitar tahun 2003), Prisa
berusaha membentuk grup
bandnya sendiri. Waktu itu Prisa
baru kelas 3 SMA dan sempat
keluar-masuk di beberapa band..
akhirnya Prisa berhasil membentuk
band pertamanya, sebuah band
pop cewek bernama: Daijyobu. Di
band ini Prisa berperan sebagai
gitaris dan vocalis. Tembang yang
dibawakan pada saat itu adalah
"No Such Thing"nya John Mayer
dan beberapa tembang dari
"Incubus".
Melihat bakat yang terus mengalir
begitu saja, Prisa kemudian
membuat sebuah band Rock'n'Roll
+ Punk Rock bernama " Morning
Star". Saat itu band ini khusus
membawakan covernya Living
End. Ide nama Morning Star itu
berasal dari artinya "Lucifer" (di
kamus berarti: Bintang Fajar). Band
tersebut berpersonil 6 orang, Prisa
memainkan gitar akustik dan
vokal.
Kesukaan Prisa mendengarkan
musik metal ternyata tidak
berakhir begitu saja, pada tahun
2004 Prisa membentuk band
modern metal bernama Zala yang
membawakan tembang-tembang
yang hits pada saat itu seperti
Killswitch Engage, God Forbid,
As I Lay Dying, Avenged
Sevenfold , dll. Sejak adanya band
inilah Prisa mulai mendapatkan
sound distorsi yang diidam-
idamkan selama ini, diiringi
perkembangan teknik bermain
gitar Prisa yang sangat pesat.
Bersama band ini juga Prisa sempat
menulis beberapa lagu metal karya
mereka sendiri. Nama Prisa cukup
dikenal di scene underground
bersama Zala. Band ini cukup
menyita perhatian lantaran isi
personelnya cewek semua. Tapi
tidak hanya sekedar menjual
image saja, skill mereka juga tidak
kalah sama band-band cowok. Di
tengah kesibukan bersama band
Zala, Prisa menyempatkan diri
untuk menulis lagu popnya.
Tahun 2006 bisa dibilang sebagai
tahun emasnya Prisa dimana
karirnya kian sukses. Pada akhir
tahun 2005 Prisa untuk pertama
kalinya berkenalan dengan
Mayzan (pemilik komunitas
gitar Gitaris.com ) & Andreas
Laratsemi (Clinician Audio Interior
Musisi.com) di toko Melodia Musik.
Untuk pertama kalinya Mayzan
bertemu dengan seorang gitaris
cewek yang mampu memainkan
musik metal dengan sangat tegas
dan baik. Prisa kemudian diajak
bergabung ke komunitas gitaris
online: www.Gitaris.com, di sana
Prisa banyak mendapat teman
baru dan belajar tentang
permainan guitar soloing beserta
equipmentnya. Sebelumnya Prisa
hanya menguasai teknik ritem
gitar. Kedatangan Prisa di
komunitas ini juga mendapat
sambutan baik dari para member
Gitaris.com karena minimnya gitaris
cewek di Indonesia. Atas saran Diaz
(admin Gitaris.com) Prisa kemudian
terpilih sebagai model untuk
design website Gitaris.com di
masa mendatang, disetujui oleh
sebagian besar para member
Gitaris.com. Pemotretan pun
akhirnya dilakukan pada bulan
Februari 2006.
Tidak lama kemudian Prisa
memperoleh gitar metal
pertamanya yaitu: Fender
Telecaster Flathead Custom Shop
(Slipknot Signature). Pada bulan
Maret 2006, band Zala mendapat
kesempatan untuk tampil di acara
Java Jazz (JHCC - Senayan). Tidak
lama kemudian Prisa juga tampil di
harian Kompas 23 April 2006
(mengenai Gitaris.com), disusul talk
show di Global TV bersama Mayzan
juga mengenai Gitaris.com di bulan
July 2006.
Selain menjadi model Gitaris.com,
ternyata Prisa juga cepat menjadi
teman akrab Mayzan karena
persamaan dalam selera musik
yaitu musik metal. Persahabatan
pun berlangsung dan Prisa sempat
menjadi murid Mayzan selama
hampir 3 tahun. Prisa banyak
memperoleh teknik shred soloing
seperti vibrato, arpeggio, alternate
& sound guitar dari Mayzan, seperti
yang dapat kita saksikan di
channel youtube Prisa
membawakan beberapa lagu
Megadeth, Paul Gilbert & Marty
Friedman . Semangat Prisa bermain
gitar makin menjadi-jadi sejak saat
itu... jam latihan bermain gitar Prisa
pun makin meningkat. Mayzan
akhirnya menyadari bahwa
kemampuan vokal dan song
writing Prisa ternyata cukup baik
dan berbakat. Saat itu Prisa sempat
kehilangan semangat & hampir
gantung gitar karena jenuh, namun
karena dukungan dari Mayzan..
Prisa akhirnya bangkit lagi dan
merekam beberapa demo lagu pop
dan metalnya di studio Mayzan.
Tidak lama kemudian Prisa
membuat lagu pop pertamanya
yang berjudul " Hancurkan Aku"
yang rencananya merupakan salah
satu lagu di album pop
mendatangnya. Pada bulan Juni
2006 Prisa kemudian tergabung
dalam band metal baru bernama
Dead Squad. Di band ini ia bermain
dengan salah satu gitaris dari
keluarga Audi: Stevie Item, yang
juga digawangi oleh Bonny (ex-
Tengkorak, ex-vessel) sebagai
bassist dan Andyan (ex-Siksa
Kubur) sebagai drummer.
Pada suatu hari secara kebetulan
Mayzan berkesempatan
berkenalan dengan produser
Denny Chasmala karena Mayzan
menjual sebuah efek mini Korg
Pandora. Berbekalkan penampilan
dan begitu banyak bakat musik
yang dimiliki Prisa, Mayzan
kemudian memperkenalkan
permainan gitar Prisa kepada
Denny Chasmala. Kemudian
Mayzan bersama Andre
Harihandoyo juga
memperkenalkan Prisa kepada Eet
Sjahranie (Edane), Eross (Shiela
On 7) & Mudya (redaktur majalah
Gitar Plus) . Di luar dugaan
permainan gitar, kemampuan
vokal, song writing dan penampilan
Prisa begitu menarik perhatian
mereka. Prisa kemudian kebanjiran
job, pada bulan Juli Prisa mendapat
kehormatan untuk berkolaborasi
dengan salah satu maestro gitar
Indonesia, Eet Sjahranie dalam
penampilan band Edane di acara
bergengsi PRJ membawakan
tembang "Cry Out" dan "Kaulah
Ibliz".
Selain itu ia juga tampil bersama
Abdee Slank di sebuah klinik dan
dikontrak selama 2 bulan sebagai
additional gitaris dan backing vocal
untuk 'band sejuta copy', Sheila On
7, yang baru ditinggal salah satu
gitarisnya. Selanjutnya Prisa juga
sempat tampil di SCTV dan TVRI
bersama Shiela On 7 dan kemudian
tour selama 1 bulan dari Jawa
Timur hingga Malaysia bersama
Shiela on 7 (promo tour album
507). Di negara tetangga tersebut
Prisa sempat diwawancara oleh
beberapa majalah dan stasion
televisi terkemuka dan bermain di
depan anak raja Malaysia.
Band metal (Zala) yang dibentuk
Prisa terpaksa divakumkan karena
jadwal manggung yang sudah
sangat padat. Prisa akhirnya
memutuskan untuk berhenti dari
dunia pendidikan akademis dan
memilih untuk terjun sebagai
musisi profesional.
Sepulang dari Malaysia, project solo
album Prisa langsung digarap oleh
produser ternama Denny Chasmala
yang rencananya akan dirilis
melalui label Aquarius. Di tengah
kesibukan rekaman tersebut Prisa
juga sempat menjadi cover
majalah Gitar Plus edisi 07/2006,
menjadi cover majalah HAI edisi
"Sekarang Giliran Anak Metal" dan
tampil di majalah MTV Trax edisi
11/2006 di column GirlDoYouRock.
Pada bulan Sept 2006, Prisa juga
menjadi demonstran untuk produk
kabel bergengsi: Analysis Plus
selama 4 hari berturut-turut
bersama Irvan Askobar di Balai
Kartini (Pameran Audio Hi-End:
CHEX) sebagai penyanyi dan gitaris.
Pada akhir tahun 2006 Prisa juga
tampil bersama Mayzan
membawakan karya Marty
Friedman (Elixir) di sebuah acara
gathering akbar Gitaris.com di
Pondok Indah.
Atas dukungan Mayzan pula pada
bulan Juli 2007 Prisa akhirnya
diendorse oleh pihak Jackson
Guitars. Ia dikontrak untuk
menggunakan gitar Jackson DKMG
Arch Top. Sebuah gebrakan yang
sangat fenomenal mengingat ia
adalah gitaris Indonesia pertama
yang diendorse oleh Jackson.
Akhir tahun 2007, Prisa
memutuskan keluar dari
DeadSquad dan membentuk band
metal yang seluruh personelnya
wanita. Band itu dinamakan
Vendetta. Di band ini Prisa juga
sudah mulai memainkan gitar 7-
string. Hingga awal tahun 2008
Prisa lebih sering terlihat di tv
sebagai bintang tamu dalam
sejumlah penampilan band-band
papan atas tanah air seperti J-
Rocks, Samsons, dan The Titans.
Tidak lama kemudian album solo
pop Prisa dengan album self title
"Prisa" juga dirilis Aquarius Records
dalam format CD & kaset.
Data menarik seputar Prisa
(2006 Jan) Terpilih sebagai Miss
Gitaris.com
(2006 Mar) Tampil bersama Zala di
Java Jazz
(2006 Apr) Tampil di harian
Kompas 23 April 2006 dalam artikel
mengenai Gitaris.com
(2006 Mei) Talk show (Prisa +
Mayzan) di GlobalTV dalam liputan
mengenai Gitaris.com
(2006 Jun) Tampil bersama Sheila
On 7 di Panggung World Cup
sebagai additional vocal
(2006 Jul) Tampil bersama Edane
sebagai guest gitaris di PRJ
(membawakan 2 lagu)
(2006 Jul) Tampil bersama Abdee
Slank dalam sebuah klinik
(2006 Jul) Model cover majalah
Gitar Plus
(2006 Jul - Ags) Additional gitar
+vocal Sheila On 7 (Promo tour
album 507) hingga ke Malaysia
(2006 Ags) Model cover majalah
HAI edisi "Sekarang Giliran Anak
Metal"
(2006 Sep) Demonstran (bersama
Irvan) untuk produk kabel Analysis
Plus selama 4 hari di Balai Kartini
(2006 Nov) Tampil di majalah Trax
edisi 11/2006 di column
'GirlDoYouRock'
(2006 Des) Duet bersama Mayzan
di acara gathering Gitaris.com
membawakan lagu Elixir dari Marty
Friedman
(2007 Jan) Gitaris.com di O-Chanel
menampilkan Prisa
(2007 Jan) Majalah Audio Pro
menampilkan profil & wawancara
Prisa
(2007 Feb) Gitaris.com di Black In
News Trans 7 menampilkan Prisa
(2007 Mar) Koran Tempo
menampilkan profil Prisa.
(2007 Ags) Tampil sebagai guest
vocal + gitar J-Rocks untuk single
Kau Curi Lagi
(2007 Okt) Interview di O-Chanel
(2007 Okt) Bintang tamu di 4 Mata
(Trans 7) edisi Gitaris bersama Eet
Sjahranie, Tohpati, dan Dewa
Budjana
(2007 Des) Bintang tamu di acara
Belum Cukup Gede (Trans 7)
(2008 Jan) Liputan khusus Prisa di
GlobalTV.
(2008 Feb) Guest star dalam
penampilan band Samsons
(2008 Feb) Artikel khusus Prisa
sebanyak 6 halaman di majalah
HAI
(2008 Mar) Guest star dalam tur
penampilan The Titans di
Palembang
(2008 Apr) Prisa tampil sebagai
presenter untuk acara Inbox (RCTI)
Nama Prisa
Tempat lahir Jakarta
Tanggal Lahir 1988-01-06
Group Band
Sekarang Vendetta
Group Band
Terdahulu Zala, Dead Squad
Side Project Morning Star
Discography
(brief) Prisa - Prisa (2008)
Style Metal, Shred, Pop, all around
Endorsement Jackson Guitars
Gear Jackson DKMG archtop, Martin, PRS,
Jackson RR
Website www.prisarianzi.com
Instrument Yang Mampu
Dimainkan Gitar, Piano
Band Favorit As I Lay Dying
Songwriter/Composer Favorit Bryan Adams
Bermain Musik Sejak SMP (2001)
Kewarganegaraan Indonesia
Profesi Musisi Profesional
Profesi Sebelum Menjadi Musisi Mahasiswi
Tempat Tinggal Jakarta Selatan
Pengalaman Menarik Guest star Edane, Samson,s The
Titans, additional Sheila On 7
List Friend
Prisa yang sejak tahun 2001
dikenal sebagai salah satu female
rock guitarist ternyata baru berusia
20 tahun.. tepatnya kelahiran 6
Jan 1988 asal Padang (bokap
Padang, nyokap Lampung/
Palembang).
Salah satu penyebab Prisa mulai
tertarik dengan musik pada masa
kecilnya adalah karena adanya
piano yang nganggur di rumahnya.
Waktu itu Prisa baru kelas 3 SD dan
usianya juga baru 7 tahun, namun
Prisa berusaha untuk
memainkannya walaupun kakinya
belum bisa mencapai pedal piano
tersebut. Kebetulan suatu hari
ketika teman kakaknya datang ke
rumahnya... Prisa kepergok sedang
mencoba memainkan piano
tersebut. Tergerak hati teman
kakaknya untuk mengajarkan
sedikit basic tentang permainan
piano, waktu itu yang berusaha
diajarkan adalah chord.
Di luar dugaan teman kakaknya
tersebut sempat kaget dengan
cepatnya daya tangkap Prisa
terhadap pelajaran piano yang
diberikan. Sejak itu teman
kakaknya tanggap jika Prisa
memang berbakat musik dan
menyarankan orangtua Prisa untuk
memberikan les piano kepada
Prisa. Pada usia 8 tahun akhirnya
Prisa diberikan les privat piano.
Ternyata les privat yang diberikan
malah bukan piano, namun
"electone" (sejenis piano). Les
privat electone tersebut berjalan
sampai Prisa berusia 10 tahun. Prisa
kemudian mengembangkan
permainan electonenya ke piano
secara otodidak, Prisa mencoba
membawakan lagu "Entertainer" &
"Fur Elize" (Beethoven) versi dia
sendiri.
Sesudah lulus SD Prisa masuk ke
Asrama Pelita Harapan (PH), di PH
setiap pulang sekolah murid
diwajibkan mengambil salah satu
les. Kemudian Prisa langsung
memilih piano tanpa ragu-ragu.
Kebetulan teman sekamarnya
mengambil les piano juga. Ternyata
permainan piano Prisa jauh lebih
berkembang dibanding teman
sekamarnya itu, temannya pun
sempat gusar dan kemudian
pindah ke alat musik gitar akustik.
Guru Prisa sempat senang dengan
perkembangan Prisa di permainan
pianonya. Namun Prisa pun merasa
kehilangan teman main musik,
ketika dia melihat gitar temannya
yang tergeletak di kamar
tersebut... Prisa pun menjadi
penasaran dengan alat musik gitar
tersebut dan kemudian curi-curi
main gitar tersebut.
Di suatu hari Prisa kepergok
temannya ketika sedang mencoba
memainkan gitar tersebut, Prisa
kemudian dilarang oleh temannya
itu agar tidak pernah lagi
menyentuh gitarnya. Akhirnya di
detik itu juga Prisa bertekad
belajar gitar untuk menyaingi
temannya yang galak tersebut.
Waktu itu Prisa baru SMP kelas 2,
Prisa sangat displin belajar gitar
mulai saat itu dan berhenti
memainkan piano. Prisa pun
kemudian berusaha belajar sendiri
melalui buku-buku musik yang
tersedia di toko buku, seperti MBS
(Music Book Selection). Dari situ
Prisa memperlajari bentuk-bentuk
chord gitar.
Proses belajar gitar akustik tersebut
hanya berlangsung sampai Prisa
lulus SMP berhubung sibuknya
aktifitas Prisa di SMA 1, tepatnya
akhir tahun 2001. Prisa pun
langsung melirik gitar elektrik yang
menurutnya kelihatan lebih keren.
Akhirnya Prisa membeli gitar
elektrik pertamanya yaitu Fender
Stratocaster mexico hasil patungan
dengan orangtuanya untuk
mengejar cita-citanya tersebut.
Ketika Prisa beranjak 15 tahun
(sekitar tahun 2003), Prisa
berusaha membentuk grup
bandnya sendiri. Waktu itu Prisa
baru kelas 3 SMA dan sempat
keluar-masuk di beberapa band..
akhirnya Prisa berhasil membentuk
band pertamanya, sebuah band
pop cewek bernama: Daijyobu. Di
band ini Prisa berperan sebagai
gitaris dan vocalis. Tembang yang
dibawakan pada saat itu adalah
"No Such Thing"nya John Mayer
dan beberapa tembang dari
"Incubus".
Melihat bakat yang terus mengalir
begitu saja, Prisa kemudian
membuat sebuah band Rock'n'Roll
+ Punk Rock bernama " Morning
Star". Saat itu band ini khusus
membawakan covernya Living
End. Ide nama Morning Star itu
berasal dari artinya "Lucifer" (di
kamus berarti: Bintang Fajar). Band
tersebut berpersonil 6 orang, Prisa
memainkan gitar akustik dan
vokal.
Kesukaan Prisa mendengarkan
musik metal ternyata tidak
berakhir begitu saja, pada tahun
2004 Prisa membentuk band
modern metal bernama Zala yang
membawakan tembang-tembang
yang hits pada saat itu seperti
Killswitch Engage, God Forbid,
As I Lay Dying, Avenged
Sevenfold , dll. Sejak adanya band
inilah Prisa mulai mendapatkan
sound distorsi yang diidam-
idamkan selama ini, diiringi
perkembangan teknik bermain
gitar Prisa yang sangat pesat.
Bersama band ini juga Prisa sempat
menulis beberapa lagu metal karya
mereka sendiri. Nama Prisa cukup
dikenal di scene underground
bersama Zala. Band ini cukup
menyita perhatian lantaran isi
personelnya cewek semua. Tapi
tidak hanya sekedar menjual
image saja, skill mereka juga tidak
kalah sama band-band cowok. Di
tengah kesibukan bersama band
Zala, Prisa menyempatkan diri
untuk menulis lagu popnya.
Tahun 2006 bisa dibilang sebagai
tahun emasnya Prisa dimana
karirnya kian sukses. Pada akhir
tahun 2005 Prisa untuk pertama
kalinya berkenalan dengan
Mayzan (pemilik komunitas
gitar Gitaris.com ) & Andreas
Laratsemi (Clinician Audio Interior
Musisi.com) di toko Melodia Musik.
Untuk pertama kalinya Mayzan
bertemu dengan seorang gitaris
cewek yang mampu memainkan
musik metal dengan sangat tegas
dan baik. Prisa kemudian diajak
bergabung ke komunitas gitaris
online: www.Gitaris.com, di sana
Prisa banyak mendapat teman
baru dan belajar tentang
permainan guitar soloing beserta
equipmentnya. Sebelumnya Prisa
hanya menguasai teknik ritem
gitar. Kedatangan Prisa di
komunitas ini juga mendapat
sambutan baik dari para member
Gitaris.com karena minimnya gitaris
cewek di Indonesia. Atas saran Diaz
(admin Gitaris.com) Prisa kemudian
terpilih sebagai model untuk
design website Gitaris.com di
masa mendatang, disetujui oleh
sebagian besar para member
Gitaris.com. Pemotretan pun
akhirnya dilakukan pada bulan
Februari 2006.
Tidak lama kemudian Prisa
memperoleh gitar metal
pertamanya yaitu: Fender
Telecaster Flathead Custom Shop
(Slipknot Signature). Pada bulan
Maret 2006, band Zala mendapat
kesempatan untuk tampil di acara
Java Jazz (JHCC - Senayan). Tidak
lama kemudian Prisa juga tampil di
harian Kompas 23 April 2006
(mengenai Gitaris.com), disusul talk
show di Global TV bersama Mayzan
juga mengenai Gitaris.com di bulan
July 2006.
Selain menjadi model Gitaris.com,
ternyata Prisa juga cepat menjadi
teman akrab Mayzan karena
persamaan dalam selera musik
yaitu musik metal. Persahabatan
pun berlangsung dan Prisa sempat
menjadi murid Mayzan selama
hampir 3 tahun. Prisa banyak
memperoleh teknik shred soloing
seperti vibrato, arpeggio, alternate
& sound guitar dari Mayzan, seperti
yang dapat kita saksikan di
channel youtube Prisa
membawakan beberapa lagu
Megadeth, Paul Gilbert & Marty
Friedman . Semangat Prisa bermain
gitar makin menjadi-jadi sejak saat
itu... jam latihan bermain gitar Prisa
pun makin meningkat. Mayzan
akhirnya menyadari bahwa
kemampuan vokal dan song
writing Prisa ternyata cukup baik
dan berbakat. Saat itu Prisa sempat
kehilangan semangat & hampir
gantung gitar karena jenuh, namun
karena dukungan dari Mayzan..
Prisa akhirnya bangkit lagi dan
merekam beberapa demo lagu pop
dan metalnya di studio Mayzan.
Tidak lama kemudian Prisa
membuat lagu pop pertamanya
yang berjudul " Hancurkan Aku"
yang rencananya merupakan salah
satu lagu di album pop
mendatangnya. Pada bulan Juni
2006 Prisa kemudian tergabung
dalam band metal baru bernama
Dead Squad. Di band ini ia bermain
dengan salah satu gitaris dari
keluarga Audi: Stevie Item, yang
juga digawangi oleh Bonny (ex-
Tengkorak, ex-vessel) sebagai
bassist dan Andyan (ex-Siksa
Kubur) sebagai drummer.
Pada suatu hari secara kebetulan
Mayzan berkesempatan
berkenalan dengan produser
Denny Chasmala karena Mayzan
menjual sebuah efek mini Korg
Pandora. Berbekalkan penampilan
dan begitu banyak bakat musik
yang dimiliki Prisa, Mayzan
kemudian memperkenalkan
permainan gitar Prisa kepada
Denny Chasmala. Kemudian
Mayzan bersama Andre
Harihandoyo juga
memperkenalkan Prisa kepada Eet
Sjahranie (Edane), Eross (Shiela
On 7) & Mudya (redaktur majalah
Gitar Plus) . Di luar dugaan
permainan gitar, kemampuan
vokal, song writing dan penampilan
Prisa begitu menarik perhatian
mereka. Prisa kemudian kebanjiran
job, pada bulan Juli Prisa mendapat
kehormatan untuk berkolaborasi
dengan salah satu maestro gitar
Indonesia, Eet Sjahranie dalam
penampilan band Edane di acara
bergengsi PRJ membawakan
tembang "Cry Out" dan "Kaulah
Ibliz".
Selain itu ia juga tampil bersama
Abdee Slank di sebuah klinik dan
dikontrak selama 2 bulan sebagai
additional gitaris dan backing vocal
untuk 'band sejuta copy', Sheila On
7, yang baru ditinggal salah satu
gitarisnya. Selanjutnya Prisa juga
sempat tampil di SCTV dan TVRI
bersama Shiela On 7 dan kemudian
tour selama 1 bulan dari Jawa
Timur hingga Malaysia bersama
Shiela on 7 (promo tour album
507). Di negara tetangga tersebut
Prisa sempat diwawancara oleh
beberapa majalah dan stasion
televisi terkemuka dan bermain di
depan anak raja Malaysia.
Band metal (Zala) yang dibentuk
Prisa terpaksa divakumkan karena
jadwal manggung yang sudah
sangat padat. Prisa akhirnya
memutuskan untuk berhenti dari
dunia pendidikan akademis dan
memilih untuk terjun sebagai
musisi profesional.
Sepulang dari Malaysia, project solo
album Prisa langsung digarap oleh
produser ternama Denny Chasmala
yang rencananya akan dirilis
melalui label Aquarius. Di tengah
kesibukan rekaman tersebut Prisa
juga sempat menjadi cover
majalah Gitar Plus edisi 07/2006,
menjadi cover majalah HAI edisi
"Sekarang Giliran Anak Metal" dan
tampil di majalah MTV Trax edisi
11/2006 di column GirlDoYouRock.
Pada bulan Sept 2006, Prisa juga
menjadi demonstran untuk produk
kabel bergengsi: Analysis Plus
selama 4 hari berturut-turut
bersama Irvan Askobar di Balai
Kartini (Pameran Audio Hi-End:
CHEX) sebagai penyanyi dan gitaris.
Pada akhir tahun 2006 Prisa juga
tampil bersama Mayzan
membawakan karya Marty
Friedman (Elixir) di sebuah acara
gathering akbar Gitaris.com di
Pondok Indah.
Atas dukungan Mayzan pula pada
bulan Juli 2007 Prisa akhirnya
diendorse oleh pihak Jackson
Guitars. Ia dikontrak untuk
menggunakan gitar Jackson DKMG
Arch Top. Sebuah gebrakan yang
sangat fenomenal mengingat ia
adalah gitaris Indonesia pertama
yang diendorse oleh Jackson.
Akhir tahun 2007, Prisa
memutuskan keluar dari
DeadSquad dan membentuk band
metal yang seluruh personelnya
wanita. Band itu dinamakan
Vendetta. Di band ini Prisa juga
sudah mulai memainkan gitar 7-
string. Hingga awal tahun 2008
Prisa lebih sering terlihat di tv
sebagai bintang tamu dalam
sejumlah penampilan band-band
papan atas tanah air seperti J-
Rocks, Samsons, dan The Titans.
Tidak lama kemudian album solo
pop Prisa dengan album self title
"Prisa" juga dirilis Aquarius Records
dalam format CD & kaset.
Data menarik seputar Prisa
(2006 Jan) Terpilih sebagai Miss
Gitaris.com
(2006 Mar) Tampil bersama Zala di
Java Jazz
(2006 Apr) Tampil di harian
Kompas 23 April 2006 dalam artikel
mengenai Gitaris.com
(2006 Mei) Talk show (Prisa +
Mayzan) di GlobalTV dalam liputan
mengenai Gitaris.com
(2006 Jun) Tampil bersama Sheila
On 7 di Panggung World Cup
sebagai additional vocal
(2006 Jul) Tampil bersama Edane
sebagai guest gitaris di PRJ
(membawakan 2 lagu)
(2006 Jul) Tampil bersama Abdee
Slank dalam sebuah klinik
(2006 Jul) Model cover majalah
Gitar Plus
(2006 Jul - Ags) Additional gitar
+vocal Sheila On 7 (Promo tour
album 507) hingga ke Malaysia
(2006 Ags) Model cover majalah
HAI edisi "Sekarang Giliran Anak
Metal"
(2006 Sep) Demonstran (bersama
Irvan) untuk produk kabel Analysis
Plus selama 4 hari di Balai Kartini
(2006 Nov) Tampil di majalah Trax
edisi 11/2006 di column
'GirlDoYouRock'
(2006 Des) Duet bersama Mayzan
di acara gathering Gitaris.com
membawakan lagu Elixir dari Marty
Friedman
(2007 Jan) Gitaris.com di O-Chanel
menampilkan Prisa
(2007 Jan) Majalah Audio Pro
menampilkan profil & wawancara
Prisa
(2007 Feb) Gitaris.com di Black In
News Trans 7 menampilkan Prisa
(2007 Mar) Koran Tempo
menampilkan profil Prisa.
(2007 Ags) Tampil sebagai guest
vocal + gitar J-Rocks untuk single
Kau Curi Lagi
(2007 Okt) Interview di O-Chanel
(2007 Okt) Bintang tamu di 4 Mata
(Trans 7) edisi Gitaris bersama Eet
Sjahranie, Tohpati, dan Dewa
Budjana
(2007 Des) Bintang tamu di acara
Belum Cukup Gede (Trans 7)
(2008 Jan) Liputan khusus Prisa di
GlobalTV.
(2008 Feb) Guest star dalam
penampilan band Samsons
(2008 Feb) Artikel khusus Prisa
sebanyak 6 halaman di majalah
HAI
(2008 Mar) Guest star dalam tur
penampilan The Titans di
Palembang
(2008 Apr) Prisa tampil sebagai
presenter untuk acara Inbox (RCTI)
Jumat, 08 Januari 2010
Langganan:
Postingan (Atom)